Sejarah Mouse


Iman Adrianto
iman_adri@yahoo.com

Mouse, atau yang dalam bahasa Indonesianya disebut tetikus, sering kita gunakan sehari-hari.

Ternyata, banyak perkembangan mouse dari awal mulanya dibuat hingga mouse canggih yang

sangat populer saat ini.

Mouse pertama ditemukan oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Institute pada tahun 1963.

Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk oN Line

System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse, yang pada mulanya disebut “bug”, juga

dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di

kepala untuk mendeteksi gerakan dagu. Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang

dipilih.

Mouse pertama berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk

mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkannya pada 17

November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position

Indicator For A Display System). Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart bermaksud pengguna

memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya

mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.

MOUSE BOLA

Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970. Ia

menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh

roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe

Trackball, yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang

populer antara tahun 1980 sampai 1990. Xerox PARC juga mempopulerkan penggunaan keyboard

QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutuhkan saja.

Mouse saat ini mengikuti desain École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) yang

diinspirasikan oleh Professor Jean-Daniel Nicoud.

Gambar 3: Beberapa paten desain mouse (dari kiri ke kanan): Buatan mouse buatan Engelbard,

mouse bola dengan 4 roller oleh Rider, dan mouse bola dengan 2 roller dan sebuah

pegas oleh Opocentsky (seperti pada mouse bola saat ini).

MOUSE OPTIKAL

Selain mouse bola, saat ini banyak digunakan mouse optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse

bola karena lebih akurat dan perawatannya lebih mudah dibandingkan mouse bola. Mouse optikal

tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak

debu yang menempel pada bolanya.

Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini

menggunakan LED (light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse

optikal pertama hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik

bergaris-garis biru–abu-abu.

Mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir di semua permukaan padat dan rata, kecuali

permukaan yang memantulkan cahaya. Mouse optikal saat ini bekerja dengan menggunakan sensor

optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame

gambar selama mouse bergerak. Perubahan dari frame-frame gambar tersebut diterjemahkan oleh

chip khusus menjadi posisi X dan Y yang kemudian dikirim ke komputer.

MOUSE LASER

Mouse laser pertama kali diperkenalkan oleh Logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja

sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech

mengklaim bahwa mouse laser memilki tingkat akurasi 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Dasar

kerja mouse optikal dan mouse laser hampir sama, perbedaannya hanya penggunaan laser kecil

sebagai pengganti LED digunakan oleh mouse optikal.

Saat ini mouse laser belum banyak digunakan, mungkin karena harganya yang masih mahal.

Dari semua perkembangan mouse, yang tidak banyak berubah adalah jumlah tombolnya. Semua

mouse memiliki tombol antara satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol.

Kebanyakan mouse saat ini, yang didesain untuk Microsoft Windows, memiliki dua tombol.

Beberapa mouse modern juga memiliki sebuah Wheel untuk mempermudah scrolling. Sementara itu,

Apple memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini.

Gambar 7: Mouse wireless dua tombol

Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, yaitu menggunakan teknologi wireless

seperti Infra Red, gelombang radio ataupun Bluetooth. Mouse wireless yang populer saat ini

menggunakan gelombang radio ataupun Bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan Infra Red

kurang begitu populer karena jarak jangkauannya yang terbatas, selain itu juga kurang praktis karena

antara mouse dan penerimanya tidak boleh terhalang.

sumber ; www.ilmukomputer.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: